Foto: Ketegangan Meningkat, Korut Pamerkan Artileri di Perbatasan

Okt 27, 2026 - 16:30
0 0
Foto: Ketegangan Meningkat, Korut Pamerkan Artileri di Perbatasan
Ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan kembali menKetegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan kembali meningkat setelah Pyongyang mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyusul insiden ledakan ranjau pada September lalu. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS
Kedua Korea telah saling melontarkan kecaman dan memperkuat posisi militer mereka di sepanjang Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara. Foto: Jung Yeon-je / AFP
Korea Selatan menuntut permintaan maaf dari Korea Utara, sementara Pyongyang menuduh Seoul merekayasa insiden tersebut. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS
Kantor berita Yonhap melaporkan pada Minggu (25/10), sejumlah artileri howitzer kaliber 122 milimeter terlihat di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS
Kemunculan artileri tersebut dinilai tidak biasa karena persenjataan itu jarang diperlihatkan secara terbuka di kawasan tersebut. Foto: Jung Yeon-je / AFP
Para analis mengidentifikasi senjata tersebut sebagai howitzer swagerak 122 mm tipe M-1981, sebuah sistem artileri Korea Utara yang lebih tua dan diyakini mulai digunakan pada akhir tahun 1970-an. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS
Sementara menurut Yang Uk, seorang pakar militer di Asan Institute for Policy Studies di Seoul, senjata ini memiliki jangkauan maksimum sekitar 24 km (15 mil), yang berarti wilayah seperti kota Gimpo di Korea Selatan, tempat observatorium tersebut berada, masih dalam jangkauannya, meskipun kekuatannya lebih rendah dibandingkan sistem artileri yang lebih baru. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS

Ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan kembali meningkat setelah Pyongyang mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyusul insiden ledakan ranjau pada September lalu.

Kedua Korea telah saling melontarkan kecaman dan memperkuat posisi militer mereka di sepanjang Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara. Korea Selatan menuntut permintaan maaf dari Korea Utara, sementara Pyongyang menuduh Seoul merekayasa insiden tersebut.

Kantor berita Yonhap melaporkan pada Minggu (25/10), sejumlah artileri howitzer kaliber 122 milimeter milik Korut terlihat di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan.

Kemunculan artileri tersebut dinilai tidak biasa karena persenjataan itu jarang diperlihatkan secara terbuka di kawasan tersebut.

Para analis mengidentifikasi senjata tersebut sebagai howitzer swagerak 122 mm tipe M-1981, sebuah sistem artileri Korea Utara yang lebih tua dan diyakini mulai digunakan pada akhir tahun 1970-an.

Sementara menurut Yang Uk, seorang pakar militer di Asan Institute for Policy Studies di Seoul, senjata ini memiliki jangkauan maksimum sekitar 24 km (15 mil), yang berarti wilayah seperti kota Gimpo di Korea Selatan, tempat observatorium tersebut berada, masih dalam jangkauannya, meskipun kekuatannya lebih rendah dibandingkan sistem artileri yang lebih baru.

Artileri howitzer kaliber 122 milimeter di sepanjang perbatasan yang memisahkan kedua Korea, sebagaimana terlihat dari sebuah anjungan pengamatan di Gimpo, Korea Selatan, Selasa (27/10/2026). Foto: Jung Yeon-je / AFP
Artileri howitzer kaliber 122 milimeter di sepanjang perbatasan yang memisahkan kedua Korea, sebagaimana terlihat dari sebuah anjungan pengamatan di Gimpo, Korea Selatan, Selasa (27/10/2026). Foto: Jung Yeon-je / AFP

Apa reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak suka Tidak suka 0
Suka sekali Suka sekali 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User