Foto: Hiu Paus Jadi Daya Tarik Wisata, Warga Botubarani Raup Penghasilan dari Laut

Nov 06, 2026 - 13:05
0 0
Foto: Hiu Paus Jadi Daya Tarik Wisata, Warga Botubarani Raup Penghasilan dari Laut
Desa Botubarani di Gorontalo, Sulawesi, kini berkembang menjadi destinasi wisata hiu paus. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Kehadiran ikan terbesar di dunia itu membawa perubahan ekonomi bagi warga yang sebelumnya bergantung pada sektor perikanan. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Salah satunya Ansar Lasimpala (47), yang kini bekerja mengoperasikan perahu transparan untuk membawa wisatawan melihat hiu paus dari dekat. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Pekerjaan tersebut memberinya penghasilan hingga Rp3 juta per bulan, meningkat dibandingkan pendapatannya sebagai nelayan yang sebelumnya sekitar Rp400 ribu. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Desa Botubarani di Gorontalo, Sulawesi, kini berkembang menjadi destinasi wisata hiu paus. Kehadiran ikan terbesar di dunia itu membawa perubahan ekonomi bagi warga yang sebelumnya bergantung pada sektor perikanan.

Salah satunya Ansar Lasimpala (47), yang kini bekerja mengoperasikan perahu transparan untuk membawa wisatawan melihat hiu paus dari dekat. Pekerjaan tersebut memberinya penghasilan hingga Rp 3 juta per bulan, meningkat dibandingkan pendapatannya sebagai nelayan yang sebelumnya sekitar Rp 400 ribu.

Popularitas Botubarani mulai meningkat pada 2016 setelah video kemunculan sejumlah hiu paus di perairan tersebut viral di media sosial. Sejak saat itu, sekitar 80 warga memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata, mulai dari penyewaan perahu, jasa menyelam hingga pengoperasian drone.

Wisatawan mancanegara juga tertarik datang untuk berenang dan snorkeling bersama satwa laut tersebut. Salah satunya Renee Westerbeek, wisatawan asal Belanda, yang sengaja mengunjungi Gorontalo untuk melihat hiu paus secara langsung.

Namun, berkembangnya wisata hiu paus turut memunculkan kekhawatiran terkait kelestarian satwa. Konservasi Indonesia menilai pemberian makan secara terus-menerus berisiko mengubah perilaku alami dan mengganggu kesehatan hiu paus.

Pihak berwenang pun berupaya mengurangi praktik pemberian makan langsung dengan mengembangkan alat penarik plankton bertenaga surya. Selain itu, diperlukan kode etik pariwisata agar aktivitas wisata tidak mengganggu pola hidup hiu paus yang berstatus terancam punah.

Seekor hiu paus berenang di perairan Pantai Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Indonesia, 30 Juli 2026. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Seekor hiu paus berenang di perairan Pantai Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Indonesia, 30 Juli 2026. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Apa reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak suka Tidak suka 0
Suka sekali Suka sekali 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User