Foto: Ancaman Lahar Dingin Semeru di Tengah Aktivitas Warga

Okt 29, 2026 - 13:35
0 0
Foto: Ancaman Lahar Dingin Semeru di Tengah Aktivitas Warga
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, serta menjauhi sektor tenggara hingga 13 kilometer dari puncak karena kawasan tersebut berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar. Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO
Potensi bahaya tersebut dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak. Foto: HAYU YUDHA / AFP
Sementara itu, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga, dengan 29 kali gempa letusan tercatat selama pengamatan pada Kamis (29/10), pukul 00.00–06.00 WIB. Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO
Sejumlah warga melintasi aliran lahar hujan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (29/10), di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar akibat curah hujan yang meningkat dalam lima hari terakhir. Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO

Sejumlah warga melintasi aliran lahar hujan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (29/10), di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar akibat curah hujan yang meningkat dalam lima hari terakhir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, serta menjauhi sektor tenggara hingga 13 kilometer dari puncak karena kawasan tersebut berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar.

Potensi bahaya tersebut dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak. Sementara itu, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga, dengan 29 kali gempa letusan tercatat selama pengamatan pada Kamis (29/10), pukul 00.00-06.00 WIB.

Warga melintasi jalur banjir lava dingin dari Gunung Semeru setelah hujan lebat di desa Jugosari, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026).  Foto: HAYU YUDHA / AFP
Warga melintasi jalur banjir lava dingin dari Gunung Semeru setelah hujan lebat di desa Jugosari, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026). Foto: HAYU YUDHA / AFP

Apa reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak suka Tidak suka 0
Suka sekali Suka sekali 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User