Andrea Bocelli, Paradoks dan "Pembusukan" terhadap Nama Baik Prabowo

Okt 28, 2026 - 07:20
0 0
Andrea Bocelli, Paradoks dan "Pembusukan" terhadap Nama Baik Prabowo
Andrea Bocelli tampil dalam upacara pembukaan menjelang pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Mexico City, Mexico City, pada 11 Juni 2026. Foto: Carl De Souza / AFP
Andrea Bocelli tampil dalam upacara pembukaan menjelang pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Mexico City, Mexico City, pada 11 Juni 2026. Foto: Carl De Souza / AFP

Luar biasa. Para pembantu presiden memberi izin kepada Andrea Bocelli seorang penyanyi kelas dunia yang dikenal sebagai pendukung berat Israel untuk tampil di Indonesia. Itu sama saja artinya kita menerima dan membenarkan penjajahan yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina.

Sikap dari para pembantu Presiden tidak memperhatikan ideologi dalam mengelola negara. Jelas hal tersebut tidak sesuai jiwa dan semangatnya dengan amanat konstitusi. Dalam alinea pertama dari pembukaan UUD 1945 mengatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Oleh karena itu, keputusan dari para pembantu presiden merupakan sebuah tindak pelecehan terhadap konstitusi. Akibatnya, di mana persatuan dan kesatuan sebagai warga bangsa--akan retak. Nama baik Presiden Prabowo sendiri di mata sebagian besar rakyat di Indonesia akan bermasalah.

Sebab, Prabowo dilihat hanya sibuk dengan pasal 33 dari UUD 194--tetapi abai dengan jati diri bangsanya sendiri sebagai bangsa yang anti terhadap penjajahan. Perlu diketahui kita tidak anti terhadap adanya penyelenggaraan konser-konser musik yang berkelas dunia, asal dalam penyelenggaraannya memperhatikan dan menghormati konstitusi yang ada.

Namun apa yang dilakukan oleh para pembantu presiden, jelas sebuah paradok. Sebab di satu sisi Presiden Prabowo ingin menegakkan konstitusi, tapi di pihak lain anak buahnya sendiri malah yang merebahkannya. Hal ini tentu tidak bisa ditoleransi karena, selain tidak baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara--hal itu merupakan "pembusukan" terhadap nama baik dari Presiden Prabowo. Dan kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi.

Apa reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak suka Tidak suka 0
Suka sekali Suka sekali 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User